This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2022

Pengaruh Interaksi Keruangan dalam Kehidupan di Negara-negara ASEAN

 

Indonesia bersama lima negara lainnya, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina pada 8 Agustus 1967 silam, tepatnya di Bangkok, Thailand menginisiasikan sebuah wadah perserikatan bangsa-bangsa di Asia Tenggara yang disebut ASEAN (Association of South East Asian Nations). Di awal terbentuknya, organisasi ini memiliki tiga pilar atas dasar kepentingan bersama di bidang politik, ekonomi dan budaya.

Secara politik ASEAN ditujukan  untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman dan tentu saja bebas dari senjata nuklir dan senjata pemusnahan massal. Sedangkan secara ekonomi, ASEAN  ditujukan untuk membangun kerjasama perdagangan, investasi, ketenagakerjaan, pemberantasan kemiskinan, dan memperkecil kesenjangan pembangunan kawasan negara-negara ASEAN. Sementara dalam pilar budaya berorientasi pada penguatan demokrasi, HAM, dan pemberantasan narkoba.

ASEAN memberikan pengaruh yang besar pada perkembangan di negara-negara Asia Tenggara. Salah satunya pengaruhnya terhadap interaksi keruangan di negara-negara anggota ASEAN. Untuk bisa lebih tahu apa itu interaksi keruangan dan seberapa besar pengaruh interaksi keruangan dalam kehidupan di negara-negara ASEAN, yuk ikuti pembahasan kali ini.

Berdasarkan letak geografis, posisi negara-negara ASEAN terletak diantara dua belah samudera, yaitu samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Selain itu, diapit juga oleh dua benua, yakni benua Asia dan benua Australia. Adapun dari sisi letak astronomis atau letak koordinat, mengacu pada garis lintang sebagian negara-negara ASEAN berada di wilayah iklim tropis dan subtropis lainnya, perbedaan iklim ini berpengaruh juga pada pola interaksi dari masyarakat.

Jika pada awalnya hanya 5 negara yang tergabung dalam negara-negara ASEAN, saat ini bertambah menjadi 10 negara dengan tambahan antara lain Brunai Darusalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Interaksi dan kerjasama antar negara anggota ASEAN semakin bertambah seiring dengan adanya berbagai kebutuhan dari setiap negara anggota yang meliputi kebutuhan sosial, politik, ekonomi, maupun aspek lainnya.

(Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Para Pendiri ASEAN)

Ada dua faktor pendorong terbentuknya kerjasama antar negara-negara ASEAN, yaitu adanya persamaan dan perbedaan sumber daya alam, adanya persamaan dan perbedaan wilayah atau kondisi geografisnya. Disamping itu, ada juga faktor penghambat terbentuknya kerjasama antara lain ; adanya perbedaan ideologi, adanya konflik dan peperangan, adanya kebijakan yang protektif, dan adanya perbedaan kepentingan setiap negara.

Pengaruh Interaksi Negara ASEAN bidang Ekonomi

Disamping itu ada dua pengaruh perubahan ruang dan interaksi antar ruang terhadap keberlangsungan kehidupan ekonomi di Negara-negara ASEAN, yaitu terbentuknya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang diwujudkan sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2015. Selain itu, menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan  daya saing ASEAN, sehingga bisa menyaingi Tiongkok dan India guna menarik perhatian investasi asing.

Pengaruh Interaksi Negara ASEAN bidang Sosial

Jika melihat dari pengaruh perubahan ruang dan interaksi antar ruang terhadap kehidupan sosial maka ada dua, yaitu munculnya pertentangan sosial yang diakibatkan sebuah perbedaan sosial seperti status sosial dan kondisi masyarakat yang berbeda dan hidup berdampingan. Interaksi sosial yang masih bercampur dengan sekat-sekat kepentingan yang menimbulkan masalah kemanusian.

Pengaruh Interaksi Negara ASEAN bidang Budaya

Sejak konfrensi ASEAN di kota Hue, Vietnam yang mengusung tema kebudayaan maka sudah banyak kegiatan yang dilakukan yang bertujuan untuk meningkatkan pengembangan dalam bidang kebudayaan. Dimana, kegiatan tersebut antara lain pembangunan kota budaya ASEAN, perkemahan pemuda ASEAN, dan Jaringan kota kuno ASEAN. Selain itu, dalam interaksi dalam bidang budaya ini juga bertujuan sebagai cara mendapatkan devisa dari sektor pariwisata.

Pengaruh Interaksi Negara ASEAN bidang Politik

Salah satu dampak dari perubahan interaksi antarruang adalah pada kehidupan politik. Ada beberapa kasus yang menjadi sorotan antara lain ; adanya sengketa perbatasan wilayah menjadi persoalan di beberapa negara ASEAN. Contohnya pulau Natuna yang diklaim oleh Tiongkok, Pulau Sipadan dan Legitan diklaim oleh Malaysia.

Dengan adanya kasus klaim Pulau Sipadan dan Legitan oleh Malaysia menjadi sebuah pembelajaran agar Indonesia lebih baik dalam aspek ketertiban dan ketegasan dalam melakukan inventarisasi batas wilayah terutama di pulau-pulau terluar Indonesia.

Pengaruh Interaksi Negara ASEAN bidang Pendidikan

Dalam menghadapi MEA, seluruh negara ASEAN berupaya memberikan kesempatan kepada lembaga pendidikan melakukan reformasi menyeluruh dalam sistem pendidikan. Dimana, hal yang dititikberatkan adalah kualitas pendidikan dan lulusan yang kompeten, sehingga mengubah paradigma pendidikan di setiap negara.

Interaksi dalam bidang pendidikan juga diperuntukan mempermudah pelajar di negara-negara ASEAN dalam meningkatkan kualitas pendidikan seperti mengakses informasi dan belajar dengan menggunakan metode dan objek pelajaran serta guru-guru yang kompeten.


Rabu, 23 November 2022

Perubahan Sosial Budaya

 

Perubahan Sosial Budaya: Pengertian, Teori, & Ciri-cirinya

IPS_9.jpg

Ada banyak teori perubahan sosial dan budaya yang bisa kamu pahami pada kelas 11 ini. Agar lebih mudah, kita bahas perubahan sosial ini dari pengertian, pemikiran tokoh sosiologi, sampai ciri-ciri perubahan sosial itu sendiri.

--

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan proses perubahan sosial budaya dan ciri-cirinya? Tanpa disadari, hampir setiap waktu kita mengalami perubahan. Mulai perubahan perilaku, perubahan cara berpikir, dan perubahan-perubahan itu terus berkembang. Akan tetapi, perubahan sosial budaya itu tidak hanya melihat pada satu orang, melainkan menyangkut seluruh masyarakat. Nah, perubahan sosial itu dapat membawa dampak yang besar lho terhadap lingkungan sosialnya.

 

Pengertian Perubahan Sosial

Oke, Perubahan sosial adalah hal yang bisa dilihat dan dirasakan di kehidupan sehari-hari kita. Coba deh perhatikan lingkungan di sekeliling kamu. Pada zaman dahulu, anak-anak seusiamu belum mengenal dan belum mahir menggunakan teknologi komunikasi dan internet, sedangkan pada zaman sekarang, kamu bisa menggunakan teknologi komunikasi dan internet dengan sangat mahir. Jadi, hal tersebut bisa diartikan sebagaiwujud dari perubahan sosial yang membawa kemajuan, dimana masyarakat secara umum, bisa merasakan perubahan pola-pola kehidupan dalam kesehariannya.

Lalu, seperti apa ya perubahan sosial menurut parah ahli?

teori perubahan sosial

 

A. Max Weber

Menurut buku Sociological Writings, perubahan sosial budaya menurut Max Weber adalah perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat dari adanya ketidaksesuaian unsur-unsur di dalamnya.

 

B. Selo Soemardjan

Perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang memengaruhi sistem sosial termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok dalam masyarakat.

 

C. William Kornblum

Perubahan sosial budaya adalah perubahan suatu budaya secara bertahap dalam jangka waktu yang lama.

 

D. J.L Gillin dan J.P Gillin

Perubahan sosial merupakan variasi dari cara-cara atau mode hidup yang telah diterima, bisa karena perubahan kondisi geografis, komposisi penduduk atau ideologi, dalam kebudayaan materil, maupun disebabkan oleh difusi atau penemuan-penemuan baru dalam kelompok.

 

E. Kingsley Davis

Pendapat Davis mengenai perubahan Budaya adalah perubahan yang mencakup segenap cara berpikir dan bertingkah laku, yang timbul karena adanya interaksi yang bersifat komunikatif.

Setiap unsur di masyarakat pasti mengalami perubahan sosial. Perubahan sosial dapat meliputi perubahan nilai-nilai, norma, teknologi, dan interaksi sosial.

Lalu seperti apa sih proses terjadinya perubahan sosial budaya itu? Oke, jadi perubahan sosial itu tidak serta merta terjadi begitu saja, melainkan ada proses-prosesnya. Secara umum terdapat 4 macam proses yang membuat perubahan sosial itu terjadi, yaitu Akulturasi, Asimilasi, Difusi, dan AkomodasiNah untuk mengetahui ke-empat macam proses tersebut kalian bisa baca di sini.

Selanjutnya seperti apa sih ciri-ciri perubahan sosial itu? Pada artikel ini kita bahas ya 5 ciri-ciri perubahan sosial budaya.

Ciri-Ciri Perubahan Sosial

1. Berkelanjutan

Perubahan sosial sifatnya berkelanjutan dan ini merupakan ciri-ciri yang paling utama. Maksudnya, masyarakat di manapun akan mengalami perubahan, bisa secara cepat bisa juga secara lambat. Perubahan sosial sudah pasti terjadi pada masyarakat dan akan terus berkembang. Hal ini adalah konsekuensi dasar karena manusia merupakan mahkluk sosial.

2. Imitatif

Perubahan sosial juga bersifat imitatif, apa maksudnya? Misalnya perubahan terjadi pada suatu kelompok masyarakat, nah hal tersebut akan diikuti oleh kelompok masyarakat lainnya. Kok bisa? Ya, hal itu terjadi karena masing-masing kelompok akan saling mempengaruhi, mereka tidak dapat mengisolir diri dari perubahan-perubahan yang ada.

3. Disorganisasi Sementara

Disorganisasi adalah sebuah keadaan yang kacau, hal ini merupakan akibat dari adaptasi bagian-bagian masyarakat terhadap perubahan sosial yang terjadi. Perubahan sosial yang sifatnya cepat, biasanya akan menimbulkan disorganisasi yang bersifat sementara. Contoh disorganisasi sementara pada perubahan sosial itu seperti disorganisasi politik pasca reformasi yang dialami oleh Indonesia pada tahun 1998.

4. Hubungan Kausalitas (Timbal Balik)

Perubahan sosial tidak terbatas pada bidang material atau immaterial saja. Akan tetapi, perubahan sosial itu dapat terjadi pada keduanya. Kenapa begitu? Karena antara aspek material dan immaterial memiliki satu hubungan kausalitas (timbal balik)

5. Penggolongan Watak (Tipologis)

Secara tipologis perubahan sosial dapat dikategorikan dalam beberapa bentuk, antara lain proses sosial, perubahan struktur, perubahan struktur kelompok, dan segmentasi.


Pengaruh Perubahan ruang dan Interaksi Antaruang di Asia dan Benua Lainnya

 

Pengaruh perubahan ruang dan interaksi antarruang di asia dan benua lainnya dapat terjadi dalam berbagai lingkup atau skala. Dalam lingkup yang sempit, perubahan ruang dan interaksi ruang dapat terjadi antara desa dengan kota, dan dalam skala luas dapat terjadi antarnegara dan benua.

Di Asia dan benua lainnya, contoh perubahan ruang terlihat dari adanya alih fungsi lahan dari hutan menjadi pertanian dan permukiman, serta dari pertanian menjadi permukiman. Di Eropa perubahan tersebut telah berlangsung lama dan meningkat drastis saat terjadi Revolusi Industri. Akibatnya banyak terbentuk kota-kota maju yang meningkatkan jumlah penduduk di kota itu sendiri.

Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang di Asia

Pengaruh perubahan ruang di Asia tampak dari alih fungsi lahan. Sekitar 50 persen lahan liar di Asia telah berubah menjadi wilayah pertanian. Banyak daerah di Asia juga yang telah berubah menjadi daerah perkotaan.

Perubahan tersebut mendorong terjadinya interaksi antarruang dalam bentuk perpindahan penduduk dari desa ke kota. Buktinya, pada tahun 2015, sekitar 47% penduduk Asia telah tinggal di daerah perkotaan (WPDS, 2015).

Kota-kota di Asia dan benua lainnya menjadi tujuan penduduk dari desa-desa di sekitarnya. Perkembangan ekonomi yang cepat di daerah perkotaan menciptakan banyak peluang kerja dan usaha, sehingga banyak penduduk desa yang tertarik untuk pindah ke kota.

Terdapat sejumlah faktor yang mendorong penduduk desa di Asia pindah ke kota, termasuk alasan ekonomi seperti terbatasnya lapangan pekerjaan di desa. Faktor lain juga ikut mempengaruhi, seperti konflik, bencana alam, terbentuknya gurun (desertifi cation) atau lahan yang sudah tidak subur, hingga intrusi atau masuknya air laut ke arah daratan.

Interaksi keruangan antara desa dan kota di Asia dan benua lainnya

Interaksi keruangan antara desa dan kota di Asia dan benua lainnya telah berdampak secara ekonomi, sosial, budaya, politik, dan pendidikan. Hal ini tentunya memiliki dampak yang berbeda bagi kedua belah pihak, yakni desa, dan kota itu sendiri.

Pengaruh Interaksi Keruangan bagi Desa

Bagi desa, adapun dampak dari interaksi desa dan kota adalah sebagai berikut.

  1. Semakin beragamnya orientasi mata pencaharian dari yang hanya berorientasi pertanian, berkembang menjadi industri yang memanfaatkan hasil pertanian.
  2. Meningkatnya produktivitas pertanian dan adanya teknologi tepat guna atau cara bertani yang lebih maju.
  3. Semakin baiknya sarana transportasi antara desa dan kota, sehingga memperlancar mobilitas penduduk maupun barang dari desa ke kota atau sebaliknya.
  4. Budaya kota biasanya masuk ke desa, baik dalam cara berpakaian, bahasa, seni, dan sebagainya yang tidak selalu sesuai dengan budaya desa.
  5. Berkembangnya media massa membuat warga desa semakin melek dengan isu-isu politik yang sedang berkembang, sehingga kesadaran politik warga desa terus meningkat.
  6. Makin banyaknya guru dan sekolah dibangun di desa, sehingga tingkat pendidikan di desa meningkat (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 78).

Pengaruh Interaksi Keruangan bagi Kota

Bagi kota, desa memiliki peran yang sangat penting. Interaksi keruangan antara kota dan desa membawa pengaruh terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya, dan politik di kota. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 78) pengaruh interaksi keruangan bagi kota adalah sebagai berikut.

  1. Secara ekonomi kota memperoleh sumber daya dari desa, baik berupa sumber daya manusia berupa tenaga kerja maupun sumber daya alam berupa hasil pertanian atau hasil tambang.
  2. Penduduk desa yang bekerja di kota sebagian tidak menjadi penduduk kota yang sukses dan sebagian menimbulkan masalah kemiskinan di kota yang tampak dari adanya permukiman kumuh.
  3. Kota dihuni oleh penduduk pendatang dari desa yang sebagian masih mempertahankan budaya atau cara hidup di desa.

Pengaruh interaksi keruangan biasa terjadi antarnegara dan antarbenua. Jarak kini tak lagi menjadi hambatan dalam melakukan interaksi sebagai akibat dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta transportasi.

Peristiwa di suatu negara dengan cepat disaksikan oleh penduduk di negara atau benua lain. Pengaruh antarnegara dapat berupa pengaruh ekonomi, sosial, budaya dan politik. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 79-80) berikut adalah pemaparan pengaruh perubahan dan interaksi ruang antarnegara terhadap berbagai bidang kehidupan.

Pengaruh Perubahan dan Interaksi Ruang Antarnegara Terhadap Kehidupan Ekonomi

Salah satu contoh pengaruh perubahan dan interaksi ruang antarnegara terhadap kehidupan ekonomi adalah adanya kebutuhan akan barang dan jasa yang tidak mampu diproduksi oleh suatu Negara, sehingga memberikan pengaruh:

  1. Negara yang memasok kebutuhan tersebut memperoleh keuntungan ekonomi dari barang dan jasa yang dipasoknya. Keuntungan tersebut menguntungkan negara karena banyak tenaga kerja yang terlibat dan diperolehnya devisa dari hasil penjualannya;
  2. Sementara itu, bagi negara yang dipasok kebutuhannya, keuntungan diperoleh dari barang dan jasa yang diperolehnya. Barang dan jasa tersebut dapat berupa barang konsumtif maupun untuk keperluan produksi, misalnya mesin-mesin industri.

Pengaruh Perubahan dan Interaksi Ruang Antarnegara Terhadap Kehidupan Sosial

Interaksi antarnegara dan benua juga melibatkan manusia sebagai pelakunya. Interaksi sosial antarmanusia yang memiliki kehidupan sosial berbeda kemudian terjadi. Berbagai Interaksi tersebut dapat terjadi dengan saling bertemu atau melalui media komunikasi.

Kehidupan sosial dapat berubah karena adanya pengaruh dari interaksi tersebut. Contoh pengaruh perubahan dan interaksi ruang antarnegara terhadap kehidupan sosial adalah adanya wisatawan dari negara lain yang datang ke Indonesia.

Pengaruh Perubahan dan Interaksi Ruang Antarnegara Terhadap Kehidupan Budaya

Saat ini Interaksi antarruang tidak hanya dapat dilakukan dengan bertemu secara fisik melalui tatap muka. Media komunikasi membuat interaksi ruang dapat terjadi lebih intensif. Kondisi tersebut membuat interaksi antarmasyarakat dengan budaya yang berbeda semakin sering terjadi. Kemajuan teknologi komunikasi sangat mendukung interaksi budaya secara tidak langsung.

Selain itu, kemajuan teknologi transportasi juga mendukung terjadinya interaksi budaya secara langsung. Dahulu jauh lebih sulit untuk melakuan pertemuan antarmasyarakat dengan budayanya secara fisik. Sekarang, hal tersebut menjadi lebih mudah dan semakin murah yang mengakibatkan interaksi antarbudaya secara tatap muka lebih sering terjadi pula.

Peristiwa budaya dari suatu masyarakat yang jauh sekali pun dapat dengan mudah dapat disaksikan oleh masyarakat di daerah yang berbeda. Budaya tersebut kemudian mempengaruhi budaya masyarakat yang menyaksikannya.

Contoh interaksi antarruang dalam kehidupan budaya adalah cara berpakaian seorang artis Hollywood dapat dengan cepat ditiru oleh banyak masyarakat di negara lainnya. Contoh lainnya, santapan negeri Tiongkok telah lama banyak ditiru dan mempengaruhi masyarakat di belahan negara dan benua lain.

Pengaruh Perubahan dan Interaksi Ruang Antarnegara Terhadap Kehidupan Politik

Interaksi antarruang juga mempengaruhi kehidupan politik suatu dan antarnegara. Kehidupan politik suatu negara seringkali dipengaruhi oleh negara lain. Misalnya, sistem pemerintahan demokrasi yang dipilih banyak negara saat ini adalah hasil pengaruh dari negara lain yang telah lebih dulu menerapkan dan mengembangkannya. Meskipun begitu, tetap ada penyesuaian dari masing-masing Negara, namun secara umum biasanya tetap mengacu pada model yang sama.

Dinamika kehidupan politik suatu negara juga tidak lepas dari adanya interaksi dalam bentuk komunikasi antarwilayah atau negara di dunia. Peristiwa politik di suatu negara dapat mempengaruhi kebijakan politik negara lain.

Contohnya, pertikaian antara Israel dan Palestina mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam melakukan hubungan dengan Israel maupun Palestina. Indonesia mendukung perjuangan Palestina dan tidak melakukan hubungan diplomatik dengan Israel. Masyarakat Indonesia juga seringkali melakukan protes terhadap Israel karena adanya tayangan kekerasan Israel terhadap Palestina.

Pengaruh Perubahan dan Interaksi Ruang Antarnegara Terhadap Pendidikan

Pendidikan adalah modal dasar dan utama untuk menuju kemajuan suatu bangsa. Banyak negara yang memberikan perhatian besar terhadap pendidikan warganya hingga mereka berhasil menjadi negara maju. Meskipun begitu, sebagian negara masih tertinggal dalam hal pendidikan. Penyebabnya antara lain karena masalah ekonomi dan kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan.

Selanjutnya, banyak negara menjadi semakin memperhatikan pendidikan. Interaksi antara wilayah desa dan kota membuat masyarakat desa semakin menyadari pentingnya pendidikan. Di banyak negara, akses terhadap pendidikan menjadi semakin baik karena negara berupaya memberikan fasilitas pendidikan sampai ke desa.

Di sisi lain, banyak penduduk desa yang melanjutkan pendidikannya ke kota karena tidak bisa mendapatkannya di sana. Sebaliknya, banyak juga warga kota yang beralih ke desa untuk menyebarkan pendidikan di sana.

Contoh interaksi keruangan dalam lingkup Negara adalah banyak negara berkembang yang mengirim pelajar dan mahasiswa ke negara-negara maju. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di negara-negara berkembang. Negara maju juga banyak yang menyediakan fasilitas beasiswa bagi negara-negara lainnya yang masih berkembang.

Kondisi Alam Negara Negara di Dunia

 

Kondisi alam negara-negara di dunia memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan negara lainnya. Hal itu akan mempengaruhi bidang lain dalam kehidupan penduduknya pula. Sudah jelas bahwa hal ini adalah penyebab utama dari interaksi antarruang yang terjadi antarnegara. Dalam era globalisasi dan industri 4.0 ini wawasan negara-negara lain menjadi amat penting bagi seluruh manusia.

Salah satu alasan utamanya adalah mempelajari negara-negara di dunia akan membukakan horizon kita terhadap berbagai kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara global melalui interaksi antarruang. Selain itu, hal ini juga dapat menjadi pemicu empati dan simpati untuk meningkatkan rasa kekeluargaan sesama manusia dalam etnis dan nasionalisme yang beragam di dunia.

Kondisi alam yang dimaksud adalah lokasi, iklim, bentuk muka bumi, geologi, flora, dan fauna, serta kondisi penduduknya. Berikut akan dipaparkan kondisi alam negara-negara di dunia yang memiliki perbedaan dengan Indonesia, mulai dari Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Mesir.

Kondisi Alam Negara Jepang

Jepang adalah salah satu negara industri yang produknya merambah ke berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri kita dapat melihat banyaknya kendaraan bermotor produksi Jepang lalu lalang di jalanan seluruh pelosok negeri.

Lokasi Jepang

Di manakah lokasi negara Jepang? Jepang terletak di barat laut Samudra Pasifik. Secara astronomis Jepang berada pada 300 LU–470 LU dan 1280 BT–1460 BT. Dilihat dari perbandingannya dengan garis perbatasan negara lain, batas wilayah Jepang meliputi 4 perbatasan berikut ini.

  1. Di sebelah barat, Jepang berbatasan dengan Korea Utara, Korea Selatan, dan Rusia.
  2. Sebelah utara, Jepang berbatasan dengan Laut Okhstosk.
  3. Di sebelah timur, Jepang berbatasan dengan Samudra Pasifik.
  4. Di sebelah sebelah selatan, Jepang berbatasan dengan Laut China Timur dan Laut Filipina.

Iklim Jepang

Oleh karena bentuk wilayah Jepang membujur dari utara hingga selatan, kondisi iklim Jepang bervariasi sesuai dengan lintangnya. Pada musim dingin, suhu udara di Jepang berada di antara -7o C hingga 7o C (derajat celcius). Pada musim panas, suhu udara antara 21o C sampai dengan 27 C. Curah hujan di Jepang berkisar antara 840 – 3.050 mm per tahun.

Jepang memiliki iklim sedang dengan empat musim yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin. Musim semi Jepang dimulai sekitar bulan Maret dan ditandai dengan munculnya kuncup bunga plum. Setelah bunga plum layu, kemudian muncul kuncup bunga sakura yang menjadi salah satu ciri khas utama Jepang. Bunga sakura ini yang membuat Jepang memiliki julukan Negeri Sakura.

bunga sakura di jepang

Musim panas di Jepang dimulai sekitar bulan Juni. Suhu pada musim panas bisa mencapai 35o C dengan kelembapan yang lebih dari 90%. Musim panas ditandai dengan pohon-pohon hijau dan suara serangga yang riuh. Sekolah di Jepang libur selama satu bulan yang biasa disebut dengan libur musim panas dan biasanya penduduk Jepang banyak yang pergi berwisata ke pantai.

Hari yang panas dan lembap musim panas akan berakhir di musim gugur. Musim gugur di Jepang ditandai dengan bergugurannya (rontoknya) daun-daun di pohon. Sejauh mata memandang, daun-daun tampak berwarna merah, oranye, dan kuning. Peristiwa tersebut berawal di sekitar bulan September. Banyak binatang yang mengumpulkan makanan untuk ditimbun sebagai persediaan menghadapi musim dingin.

Selanjutnya, musim dingin Jepang ditandai dengan turunnya butiran salju yang berawal sekitar bulan Desember. Pada musim dingin, suhu udara sangat rendah, bahkan bisa mencapai -20o C seperti yang terjadi di Hokkaido.

Bentuk Muka Bumi Jepang

Wilayah dataran Jepang terhitung kecil, hanya sekitar 30% dari luas wilayahnya. Belum lagi sebagian besar wilayahnya adalah pegunungan. Wilayah dataran terletak di sepanjang pantai, dan dataran terluas dapat dijumpai di Dataran Kanto (wilayah Tokyo), Kinai Plain (Osaka-Kyoto), Nobi (Nagoya), Echigo (Honshu), Sendai (Honshu Timur Laut). Selain itu, ada pula dataran yang relatif kecil luasnya di Hokkaido dan menjadi pusat aktivitas penduduk.

bentuk muka jepang

Geologi Jepang

Jepang terletak di tepi bagian barat dari Samudra Pasifik yang merupakan bagian dari cincin api (ring of fire) karena banyaknya gunung api yang berdiri di sana. Setidaknya terdapat 192 gunung api tersebar di negara Jepang. Salah satunya merupakan gunung yang tertinggi di Jepang, yakni Gunung Fuji (3.776 m). Karena banyaknya gunung api, sekitar 25% wilayah Jepang juga tertutup lapisan vulkanik.

Jepang juga dikenal sebagai negara yang sering mengalami bencana gempa bumi. Mengapa? karena Jepang terletak di daerah perbatasan antara lempeng Benua Asia dan Lempeng Samudra Pasifik. Pertemuan atau tumbukan kedua lempeng tersebut menimbulkan gejala gempa dan gunung api.

Fenomena tersebut mirip dengan Indonesia yang juga berada pada perbatasan zona tumbukan lempeng Benua Asia dengan Lempeng Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Jepang memiliki sumber daya mineral yang sangat terbatas. Karena itu, Jepang sangat tergantung pada bahan mentah dan bahan bakar hasil impor dari negara lain. Hasil tambang dari dalam negeri sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan industrinya.

Beberapa hasil tambang tersebut adalah batu bara (kualitas rendah), timah, seng, mangan, tungsten, antimoni, dan krom. Minyak bumi ditemukan di Honshu utara tetapi produksinya sangat jauh dari kebutuhan. Sumber daya mineral yang cukup terpenuhi adalah belerang.

Flora dan Fauna Jepang

Meskipun Jepang merupakan negara maju atau negara industri, ternyata 67% wilayah Jepang masih berupa hutan. Hal ini terjadi karena orang Jepang lebih banyak berkumpul di kota-kota besar.

Beberapa jenis tumbuhan yang dapat dijumpai di Jepang meliputi: pohon ek, bambu, mapel, birch, beech, dan poplar. Sayangnya hewan di Jepang telah banyak berkurang. Dulu di negara ini dapat ditemukan babi hutan, monyet, srigala, dan rusa.

Kondisi Penduduk Jepang

Pada tahun 2016, populasi penduduk Jepang mencapai 126,9 juta jiwa (WPDS, 2015). Namun populasi itu cenderung mengalami penurunan. Hal itu disebabkan karena ngka kelahiran di Jepang relatif rendah, yakni -0,1%. Artinya, terjadi penurunan jumlah penduduk sebanyak 0.1% setiap tahunnya. Sementara itu, jumlah penduduk lanjut usia semakin besar jumlahnya karena keadaan kesehatan yang lebih baik.

Sebagian besar penduduk Jepang bekerja di luar sektor pertanian. Perkembangan industri yang pesat membuat sebagian besar penduduknya bekerja di sektor industri.

Penduduk Jepang terdiri atas beberapa etnik, tetapi yang dominan adalah etnik Jepang yang mencapai 98,5%. Terdapat etnis Korea sebanyak 0,5%, China (0,4%), dan lainnya (0,6%).

Agama yang dianut terdiri atas Shinto (83,9%), Buddha (71,4%), Kristen (2%), dan lainnya (7,8%). Persentase totalnya mencapai lebih dari 100% karena banyak penduduk Jepang yang menganut agama Shinto dan juga Buddha.

Pada tahun 2013, usia harapan hidup penduduk Jepang mencapai 86 tahun untuk wanita dan 79 tahun untuk pria atau jika keduanya digabung mencapai 83 tahun (WPDS, 2015). Angka tersebut merupakan yang tertinggi di dunia. Hal ini adalah tanda kuat bahwa kebiasaan hidup sehat dan pelayanan kesehatan di Jepang sangat baik.

Keadaan Alam Amerika Serikat

Amerika Serikat adalah negara maju yang memiliki kekuatan militer besar dan dapat dikatakan sebagai pusat budaya modern/populer di dunia, melalui gaya hidup dan film-film kontemporernya (Hollywood). Bagaimana keadaan alam Amerika Serikat? Berikut adalah pemaparannya, dimulai dari lokasi.

Lokasi Amerika Serikat

Lokasi Amerika Serikat terletak pada 24o 33’LU-70o 23’ LU dan 172o 27’BB66o 51’BB. Negara ini berbatasan dengan:

  1. Kanada di sebelah utara,
  2. Samudra Pasifik di sebelah barat,
  3. Samudra Atlantik di sebelah timur, dan
  4. Meksiko, Teluk Meksiko, dan Kuba di sebelah selatan.

Amerika Serikat juga memiliki negara bagian yang wilayahnya terpisah dari daratan utamanya, yaitu Alaska yang terletak di barat laut Kanada.

lokasi amerika serikat

Iklim Amerika Serikat

Wilayah Amerika Serikat sangat luas dan membuat negara ini memiliki beberapa jenis iklim. Iklim yang ada di Amerika Serikat terdiri atas iklim kontinental, iklim sedang, iklim mediteran, iklim subtropik, dan iklim dingin/kutub (di Alaska). Amerika Serikat mengalami empat musim, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin.

Suhu udara pada musim dingin dapat mencapai -30o C dan pada musim panas dapat mencapai 27o C di kebanyakan wilayahnya. Sementara itu pada wilayah gurun suhunya dapat mencapai 43o C. Di Alaska, suhu udara lebih rendah karena letaknya dekat kutub. Suhu Alaska bisa mencapai -21o C hingga -30o C pada musim dingin.

Curah hujan di wilayah Amerika Serikat juga sangat bervariasi. Di pantai barat curah hujan bisa mencapai 2500 mm/tahun, namun di wilayah gurun dan dataran rendah pedalaman, curah hujannya lebih rendah.

Bentuk Muka Bumi Amerika Serikat

Secara fisik wilayah Amerika Serikat terdiri atas dua rangkaian pegunungan besar yaitu pegunungan Rocky (Rocky Mountain) di bagian barat dan Pegunungan Appalachia di bagian timur. Pegunungan Rocky memiliki beberapa puncak yang umumnya tidak terlalu tinggi. Pegunungan Appalachia di bagian timur membentang hampir sejajar dengan Samudera Atlantik sejauh 2.400 km.

Di antara kedua pegunungan tersebut terletak dataran sangat luas yang disebut Great plains. Sejumlah sungai mengalir melewati dataran tersebut. Sungai terbesarnya adalah Sungai Missisippi yang membentang sepanjang 3.734 km. Sungai Missisippi merupakan sungai terpanjang kedua di Amerika Serikat setelah Sungai Missouri (3.768 km).

Di bagian utara Amerika Serikat yang berbatasan dengan Kanada, terdapat beberapa danau besar yang disebut dengan Great Lakes. Danau tersebut adalah Danau Michigan, Danau Huron, Danau Superior, Danau Erie, dan Danau Ontario.

Geologi Amerika Serikat

Amerika Serikat adalah negara yang kaya akan sumber daya geologi. Beberapa kekayaan alam tersebut meliputi batu bara, minyak bumi, tembaga, posfat, timah, dan besi. Kekayaan batu bara Amerika Serikat bahkan mencapai seperlima atau 27 persen dari cadangan batu bara dunia.

Beberapa bahan tambang yang dihasilkan Amerika Serikat adalah: uranium, bauksit, emas, perak, merkuri, nikel, potash, besi, dan gas alam. Amerika Serikat juga memiliki wilayah dataran yang sangat luas dan cukup subur. Dataran tersebut banyak ditanami tanaman sereal, terutama jagung. Lahan itu juga banyak dimanfaatkan menjadi daerah peternakan.

Flora dan Fauna

Di bagian utara atau di daerah pegunungan Amerika Serikat banyak ditumbuhi pohon pinus. Di bagian tengah (Great plains) terdapat padang rumput (prairie/steppa) yang sangat luas yang membentang dari perbatasan Kanada di utara sampai sekitar teluk Meksiko di selatan. Padang rumput tersebut berbatasan dengan gurun di bagian barat Amerika Serikat.

Di bagian tenggara dapat dijumpai hutan yang menggugurkan daunnya setiap tahun (deciduous forest). Biasanya terdapat pohon mapel, elm, dan ek (oak). Pohon-pohon konifer yang tinggi dan besar-besar (redwood) banyak tumbuh di daerah pegunungan California.

Jenis-jenis fauna yang hidup di negara Amerika Serikat antara lain:

  1. bison, antelop, dan beruang di kawasan Midwest;
  2. domba dan rusa di kawasan pegunungan;
  3. puma di pesisir pasifik; armadilo, selot, dan jaguar di kawasan barat daya;
  4. opossum, aligator, buaya kardinal di kawasan selatan; dan
  5. karibu, beruang kutub, anjing laut, serta paus di kawasan Alaska.

Keadaan Penduduk Amerika Serikat

Amerika Serikat adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di dunia setelah China dan India dengan jumlah populasi 321,2 juta jiwa (WPDS, 2015). Penduduk asli Amerika adalah suku Indian yang menurut beberapa ahli sejarah berasal dari Eurasia dan bermigrasi ke sana antara 65.000–25.000 tahun yang lalu. Migrasi terakhir terjadi sekitar 12.000 tahun yang lalu.

Jumlah penduduk Indian sebelum kedatangan bangsa Eropa diperkirakan berkisar 2–8 juta jiwa. Pada tahun 1890, diperkirakan jumlahnya tinggal 250 ribu jiwa. Kedatangan bangsa Eropa membuat suku Indian semakin terdesak secara jumlah dan sosial ekonomi. Selain Indian terdapat orang Eskimo di Alaska yang jumlahnya relatif kecil.

Kini penduduk Amerika Serikat terdiri atas orang-orang kulit putih yang sebagian besar berasal dari Inggris dan Irlandia, dan orang-orang kulit hitam yang berasal dari Afrika. Selain itu, ada pula etnis Asia, seperti China, India, Jepang, dan Vietnam, dan penduduk aslinya, yakni suku Indian.

Seperti negara maju lainnya, sebagian besar penduduk Amerika bekerja di luar sektor pertanian atau yang mengandalkan sumber daya alamnya. Komposisi penduduk Amerika Serikat berdasarkan sektor pekerjaannya adalah:

  1. sektor manajerial, profesional, dan teknik sebanyak 34,9%;
  2. penjualan dan perkantoran sebanyak 25%;
  3. manufaktur, transportasi, dan keahlian sebanyak 22,9%;
  4. sektor jasa lainnya 16,5%;
  5. sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya sejumlah 0,7% dari penduduknya (NationMaster, 2006).

Kondisi Alam Negara Inggris

Inggris adalah pulau kecil di Eropa yang memiliki pengaruh besar di seluruh dunia. Hal itu karena Inggris adalah salah satu kerajaan terkuat sepanjang masa yang telah memiliki banyak koloni di belahan dunia. Seperti apa kondisi alam negerinya sendiri? berikut pemaparannya.

Lokasi Inggris

Lokasi Inggris terletak pada 50o LU-60o LU dan 8o BB-2o BT. Posisinya berada di Benua Eropa yang secara geografis memiliki perbatasan sebagai berikut.

  1. Di utara berbatasan dengan Samudra Atlantik,
  2. Di sebelah barat dengan Irlandia dan Samudra Atlantik,
  3. Sebelah timur dengan Laut Utara, dan
  4. di sebelah selatan dengan Selat English Channel.

Luas wilayah Inggris mencapai 244.110 km2 meliputi wilayah England, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, dan sejumlah pulau kecil di sekitarnya. Jarak dari utara sampai selatan wilayah Inggris mencapai 965 km dan jarak dari timur ke barat mencapai 515 km.

Iklim Inggris

Karena posisi lintangnya, Inggris memiliki iklim sedang. Inggris juga dikelilingi lautan, sehingga memiliki iklim laut dengan ciri sejuk dan basah (lembap). Karena itu, hampir sepanjang tahun Inggris mengalami hari-hari yang sejuk dan dingin.

Suhu udara tertinggi yang pernah tercatat mencapai 38,50o C pada musim panas dan -26,10o C pada musim dingin. Meskipun sebetulnya suhu rata-rata yang sebenarnya pada musim dingin adalah antara 40o C – 50o C, sementara pada musim panas suhunya antara 12o C – 16o C. Pantai barat bagian utara Inggris lebih hangat dibanding dengan wilayah lainnya.

Curah hujan di Inggris relatif merata sepanjang tahun, dengan rata-rata curah hujan 1.000 mm/tahun. Pantai barat memperoleh curah hujan lebih tinggi dari pantai timur, dan curah hujan paling tinggi berada di wilayah pegunungan. Posisinya yang berada di dekat Samudra Atlantik dan adanya arus Atlantik Utara membuat pesisir barat Inggris lebih sejuk dan basah dibanding pesisir timurnya.

kondisi alam inggris

Bentuk Muka Bumi Inggris

Jika dilihat dari reliefnya, wilayah Inggris terbagi menjadi dua bagian, yaitu wilayah yang bergunung-gunung di bagian utara dan dataran rendah yang bergelombang di timur dan selatan. Perbedaan relief ini menunjukkan adanya perbedaan usia batuan. Batuan berusia lebih tua berada di barat dan utara, sedangkan batuan yang lebih muda berada di timur dan selatan.

Geologi Inggris

Negara Inggris memiliki sumber daya geologi yang beragam, termasuk batu bara yang sangat mendukung Revolusi Industri di Inggris. Selain itu, Inggris juga memiliki sumber daya minyak bumi dan gas yang memasok kebutuhan energinya selama abad XX. Energi panas bumi juga dimiliki Inggris dalam jumlah terbatas. Beberapa sumber daya mineral yang tersedia di negara ini adalah pasir dan kerikil untuk bangunan, logam, dan lempung.

Flora dan Fauna Inggris

Kegiatan pertanian dan industri di Inggris telah mengurangi luas area hutan alami yang dimilikinya. Sebagai akibatnya, sebagian flora dan fauna di Inggris telah berkurang populasinya. Beberapa di antaranya bahkan telah punah.

Flora yang dapat dijumpai di Inggris adalah pohon ek dan elm, horse chestnut, spruce Norwegia, larch Jepang, dan fir Douglas. Fauna yang masih banyak dijumpai adalah rusa merah Skotlandia dan sekitar 400 burung termasuk rajawali emas dari Skotlandia dan belibis merah yang khas dari Inggris.

Kondisi Penduduk Inggris

Pada tahun 2015, populasi penduduk Inggris mencapai 65,1 juta jiwa (WPDS, 2015). Angka pertumbuhan penduduknya hanya 0,4% atau tergolong rendah. Sebagian besar penduduk Inggris tinggal di daerah perkotaan, yakni 80% dari jumlah penduduknya. Kota London sebagai ibukota negara dihuni oleh sekitar 12% penduduk Inggris, sementara daerah bagian utara seperti Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara penduduknya terhitung jarang.

Penduduk asli Inggris terdiri atas dua kelompok, yaitu Bangsa Kelt (Skotlandia, Irlandia, dan Wales) dan Bangsa Jerman (Anglo, Saxon, Jute, Denmark, dan Norman). Sebagian besar (87,2%) penduduknya berkulit putih, sisanya berkulit hitam, dan Asia.

Bahasa yang digunakan secara resmi oleh penduduk Inggris tentu saja Bahasa Inggris, yang merupakan standar bahasa internasional pula. Sebagian besar penduduknya, yakni 86,9% beragama Kristen. Sisanya adalah pemeluk agama Islam, Yahudi, Hindu, Sikh, serta tidak beragama (ateis).

Kondisi Alam Australia

Australia adalah satu-satunya negara yang menempati benua Australia. Dengan pulau yang besar dan melintasi banyak garis lintang, Australia memiliki kondisi alam yang sangat beragam. Berikut adalah pemaparan dari kondisi alam negara Australia.

Lokasi Australia

Negara Australia terletak pada 113o BT – 1550 BT dan 10o LS – 43o LS. Artinya ada bagian Australia yang memiliki iklim tropis, yaitu Australia bagian utara, dan sebagian wilayah beriklim subtropis dan sedang. Perbatasan Australia meliputi:

  1. Berbatasan dengan Laut Timor, Laut Arafuru, dan Selat Torres di sebelah utara.
  2. Samudra Pasifik, Laut Tasman, dan Laut Coral di sebelah timur.
  3. Samudra Hindia di selatan.
  4. Masih berbatasan dengan Samudra Hindia di sebelah barat.

Iklim Australia

Iklim di Australia bervariasi karena wilayahnya yang sangat luas membentangi beberapa lintang. Australia berada pada tiga wilayah lintang, yaitu wilayah lintang tropis, subtropis, dan sedang.

  1. Wilayah Australia yang masuk lintang tropis berada pada 11o LS – 23,5o LS,
  2. lintang subtropis pada 23,5o LS – 35o LS, dan
  3. wilayah lintang sedang pada 35o LS – 44o

Dari arah tropis ke lintang sedang suhu udaranya terus menurun.

Wilayah Australia yang berada pada lintang tropis, suhu udaranya berkisar antara 21o C – 27o C. Curah hujan di wilayah tropis, khususnya yang dekat dengan pantai jauh lebih besar dibandingkan daerah pedalamannya, paling sedikit 1.000 – 1.500 mm.

Di kawasan iklim lembap subtropis, suhu rata-rata tahunan antara 16o C dan 21o C. Rata-rata curah hujannya antara 500 – 1500 mm/tahun. Di kawasan iklim sedang dan lembap, suhu tahunan berkisar antara 10o C – 16o C. Curah hujan bervariasi, namun umumnya antara 250 – 1.000 mm/tahun.

Di Australia, terdapat pula iklim padang pasir. Hal itu karena sebagian pedalaman Australia memiliki curah hujan yang sangat rendah, sehingga banyak terdapat gurun pasir yang sangat luas. Curah hujannya kurang dari 250 mm/ tahun, bahkan ada yang tidak hujan selama beberapa tahun. Suhunya sendiri berkisar antara 16o C – 27o C.

Bentuk Muka Bumi Australia

Setidaknya terdapat empat bentuk muka bumi di Australia, yaitu:

  1. Dataran Pantai (Coastal Plains),
  2. Dataran Tinggi Timur (Eastern Highlands),
  3. Dataran Rendah Tengah (Central Lowlands), dan
  4. Plato.

Dataran pantai terdapat di bagian timur Australia yang memanjang dari Queensland sampai Victoria. Wilayah ini merupakan wilayah terpadat di Australia.

Dataran Tinggi Timur atau disebut juga The Great Dividing Range terletak di bagian timur Australia. Wilayahnya memanjang sejauh 3.500 km dari Cape York Peninsula sampai Tasmania. Wilayah ini terdiri atas lembah atau jurang yang curam namun merupakan wilayah tersubur di Australia.

Dataran Rendah Tengah memiliki ciri sangat datar, ketinggian sekitar 200 m di atas permukaan laut, tersusun atas batuan berusia tua, sangat kering dan sangat panas (memiliki gurun dan semi gurun). Dataran Rendah Tengah meliputi 1/4 bagian dari Benua Australia.

Plato Bagian barat mencakup 1/3 luas Benua Australia. Kondisi iklimnya sangat kering dan semi kering serta tersusun oleh batuan beku purba dan batuan metamorf.

Kondisi Geologi Australia

Australia memiliki sejumlah potensi sumber daya alam seperti minyak dan gas, bauksit, batu bara, bijih besi, intan, aluminium, tembaga, emas, mangan, lithium, bijih mangan, posfat, nikel, vanadium, zinc, perak, dan uranium. Produksi batu bara Australia merupakan yang terbesar kedua setelah Republik Guinea.

Australia juga merupakan produsen aluminium urutan ke lima di dunia. Batu bara hitam Australia menempati peringkat kelima dunia setelah Amerika Serikat, Rusia, China, dan India. Australia juga memiliki sumber daya emas terbesar ketiga dunia, setelah Afrika Selatan dan Rusia.

Flora dan Fauna Australia

Posisi geografis Australia yang terisolasi membuat negara ini memiliki keunikan flora dan faunanya. Sekitar 80% dari tanaman bunga, mamalia, reptil, dan katak adalah khas Australia.

Flora atau vegetasi yang dominan di Australia adalah rumput hummock yang umumnya berada di Australia Barat, Australia Selatan, Australia Utara. Pada wilayah Australia Timur, hutan eukaliptus lebih umum dijumpai. Di barat dapat dijumpai hutan akasia dan semak belukar.

tanaman di australia

Australia memiliki lebih dari 378 spesies mamalia, 828 spesies burung, 300 spesies kadal, 140 spesies ular, dan dua spesies buaya. Beberapa dia antaranya yang sangat terkenal dan menjadi simbol atau ikon Australia, yakni: kanguru, wallabi, koala, dan setan tasmania (tasmanian devil).

Selain itu, Australia memiliki beberapa fauna asli seperti dingo, platypus, currawong, angsa hitam, kookaburra, dan lybird. Fauna lainnya adalah ular yang banyak ditemukan di Australia. Australia memiliki banyak ular berbisa. Bahkan, 21 dari 25 ular paling mematikan ada di Australia.

Selain keanekaragaman hayati di daratan, Australia juga memiliki keanekaragaman hayati di lautan. Australia memiliki 4.000 jenis ikan. Negara ini juga memiliki sistem terumbu karang terbesar di dunia yang bernama Great Barrier Reef. Beberapa spesies di lautan Australia antara lain hiu putih besar, hiu paus raksasa, dan ubur-ubur kotak (the box jellyfish) yang merupakan binatang paling berbisa di dunia.

Kondisi Penduduk Australia

Jumlah penduduk Australia mencapai 23,9 juta (WPDS, 2015). Angka pertumbuhan populasinya mencapai 1,15%/tahun. Jumlah penduduk Australia relatif kecil jika dibandingkan dengan luas negaranya yang sangat besar. Kepadatan penduduk Australia hanya 3,1 orang/km2, dan sekitar 89% penduduknya tinggal di daerah perkotaan.

Penduduk asli Australia adalah Suku Aborigin. Penduduk lainnya merupakan pendatang dari berbagai negara dan benua. Rata-rata ada 393 pendatang atau imigran per hari ke Australia. Struktur penduduk Australia berdasarkan usia menunjukkan bahwa 18,3% penduduknya berada di bawah usia 15 tahun, 67,7% berusia 15-64 tahun dan 14% berusia 65 tahun atau lebih. Hal tersebut menunjukkan bahwa angka ketergantungan penduduk Australia adalah sebesar 20,7%.

Kondisi Alam Mesir

Negara yang terkenal dengan terusan suez ini merupakan salah satu negara di benua Afrika yang wilayahnya didominasi oleh padang pasir. Bagaimana kondisi alam Mesir yang tidak memiliki hutan ini? berikut adalah pemaparannya.

peta negara mesir

Lokasi Mesir

Lokasi Mesir terletak pada 25o BT –  36o BT dan 22o LU – 32o LU. Secara geografis, Mesir terletak di Afrika Utara dengan posisi sebagian negaranya menghadap Laut Mediterania dan Laut Merah. Perbatasan wilayah Mesir meliputi:

  1. di utara dengan Laut Mediterania,
  2. di sebelah barat dengan Libya,
  3. sebelah selatan berbatasan dengan Sudan, dan
  4. di sebelah timur dengan Laut Merah.

Posisi Mesir menjadi sangat penting karena adanya sebuah terusan yaitu Terusan Suez. Terusan Suez adalah kanal air buatan yang membentang membelah daratan benua Afrika. Terusan tersebut memperpendek jarak dari Eropa ke Negara-negara Asia dan Australia atau sebaliknya.

Sebelum adanya terusan tersebut, perjalanan laut dari Eropa ke negara-negara Asia dan Australia atau sebaliknya harus mengelilingi Afrika melewati pantai barat Afrika dan lautan di selatan Afrika. Jarak tersebut tentu sangat jauh dan memerlukan bahan bakar yang lebih banyak serta waktu yang lama.

Iklim Mesir

Negara Mesir memiliki iklim subtropis dan gurun. Hanya ada dua musim utama di Mesir yaitu musim panas yang sangat panas (hot summer) dan musim dingin yang ringan (mild winter). Musim panas ber langsung dari Mei sampai Oktober, sedangkan musim dingin berlangsung dari November sampai April.

Suhu udara di Mesir dapat dibedakan antara wilayah utama, yaitu pantai laut Mediterania dan daerah pedalaman Mesir.

Di wilayah pantai Laut Mediterania, suhu udara tidak sebesar di daerah pedalamannya. Pada musim dingin suhu udara berkisar antara 9,5o C sampai 23o C, sedangkan pada musim panas antara 17o C sampai 32o C.

Sementara itu di daerah pedalaman Mesir suhu udara dapat mencapai lebih dari 40o C pada siang hari. Di daerah gurun seperti Mesir, suhu udara dapat berbeda jauh antara siang dan malam. Siang hari di musim panas suhunya dapat mencapai 43o C dan malam hari mencapai 7o C, sedangkan pada musim dingin, suhu siang hari mencapai sekitar 18o C dan malam hari dapat mencapai 0o C.

Curah hujan di Mesir sekitar 20-200 mm/tahun. Wilayah yang kering berada di bagian tengah dan selatan, sedangkan wilayah utara yang menghadap ke arah Laut Mediterania curah hujan lebih tinggi. Namun, secara umum curah hujan di Mesir sekitar 80 mm/tahun.

Setiap tahun antara Maret dengan Mei terdapat angin yang berhembus dari selatan atau barat daya. Angin tersebut panas, kering, dan berdebu yang oleh penduduk lokal disebut Sirocco dan Khamsin. Angin yang kering dan panas tersebut jika melewati gurun akan membawa debu dan pasir. Suhu angin tersebut dapat mencapai 45o C dan dengan kecepatan 140 km/jam yang dapat merusak tanaman yang dilewatinya.

Bentuk Muka Bumi Mesir

Sebagian besar wilayah Mesir merupakan gumuk pasir (sand dunes) yang terletak pada wilayah yang rendah antara gurun Bagian Barat dan Gurun Lybia. Walaupun demikian ada beberapa bentuk muka bumi utama yang dapat dijumpai di wilayah Mesir, yaitu:

  1. Semenanjung Sinai
    Semenanjung Sinai terletak di sebelah timur Terusan Suez dan berbatasan dengan Israel. Wilayah semenanjung Sinai terdiri atas dataran tinggi dan pegunungan.
  2. Gurun Arabia
    Daerah ini merupakan pegunungan yang kasar, sangat tandus dan bergelombang. Posisinya terletak antara Sungai Nil dan Pegunungan di tepi Laut Merah. Puncak tertingginya adalah Jabel Hemada (1977 m).
  3. Gurun Libya
    Gurun Libya merupakan sebuah permukaan daratan yang letaknya lebih rendah dari permukaan laut (Depresi Kontinental). Posisi Gurun Libya berada di sebelah barat dari Sungai Nil.
  4. Lembah Sungai Nil
    Lembah Sungai Nil merupakan dataran rendah yang sangat subur. Karena itu, lembah Sungai Nil menjadi pusat aktivitas pertanian, penduduk, sumber air bersih dan irigasi. Sekitar 98 persen penduduk Mesir tinggal di Lembah Sungai Nil. Sungai Nil memiliki panjang 5.600 km dan menjadikannya sebagai sungai terpanjang di dunia.

Geologi Mesir

Negara Mesir memiliki sumber daya alam berupa minyak dan gas, bijih besi, posfat, mangan, lempung, gipsum, talk, asbes, timah, emas, dan zinc. Gurun Mesir menyediakan pasokan garam yang berlimpah.

Flora dan Fauna Mesir

Mesirtidak memiliki hutan. Flora yang umumnya tumbuh di Mesir merupakan pohon daerah kering tropis dan subtropis seperti pohon lontar (papyrus), palma, kayu putih (eucalyptus), akasia, dan semacam pohon cemara (cypress).

Fauna yang umum dijumpai adalah domba, onta, dan keledai. Selain itu, Mesir memiliki sekitar 300 jenis burung. Hanya sedikit ditemui binatang liar seperti Hiena, Jakal, Lynx, luwak, dan babi liar. Sejenis kambing hutan dapat dijumpai di Sinai. Reptil berupa buaya dan ular juga dapat dijumpai di lembah Sungai Nil. Selain itu, berbagai jenis ikan dapat dijumpai di Sungai Nil.

Kondisi Penduduk Mesir

Jumah penduduk Mesir mencapai 89,1 juta jiwa (WPDS, 2015). Sekitar 43% penduduknya tinggal di daerah perkotaan dan sekitar 2/3 dari penduduk tinggal di daerah delta dan lembah sungai yang subur. Para petani tradisional Mesir disebut felllahin.

Penduduk Mesir dapat dibedakan menjadi tiga kelompok utama, yaitu:

  1. Orang Nubian dengan ciri kulit hitam, umumnya tinggal di selatan.
  2. Orang Hamit dengan ciri kulit putih dan merupakan pendiri Mesir kuno.
  3. Orang Arab.

Sebagian besar (90%) penduduk Mesir beragama Islam, sisanya sekitar 10% beragama Kristen. Karena itu, konstitusi Mesir berdasarkan pada hukum Islam.