This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2022

Pertidaksamaan

 

Pertidaksamaan: Jenis, Sifat, Rumus dan Contoh Soal

Pernah nggak sih kamu menghadapi sebuah fenomena seperti berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk membeli suatu barang atau berapa banyak pasang yang bisa dibuat dari suatu komposisi dan kamu mengalami kebingungan untuk menyelesaikannya? Jika iya, kamu wajib belajar materi ini. Ternyata fenomena ini dijelaskan dalam bentuk pertidaksamaan loh.

Sifat Pertidaksamaan Linear (SPL)

Untuk pertama kali, kamu harus paham dulu definisi dari sifat ini. Kalau dalam ilmu matematika, fenomena seperti ini sering mengandung berbagai jenis kemungkinan yang pada umumnya ditunjukkan dengan beberapa tanda matematika seperti <, >, ≤, dan ≥. Pangkat tertinggi pada bentuk ini biasanya maksimal 1. Coba deh liat sifat umum di bawah ini untuk lebih jelasnya.

Ax ± B > 0; Ax ± B < 0

Ax ± B ≥ 0; Ax ± B ≤ 0

Dengan nilai A, B adalah himpunan bilangan real (a, b Ñ” R) dan a ≠ 0. Selain bentuk di atas, ternyata masih banyak sifat lainnya yang pasti kamu belum tahu. Burhan bakalan jelasin ketiga sifat lainnya di bawah ini.

  1. Sifat Tidak Negatif

Sifat Tidak Negatif membuat nilai A pada sifat umum di atas memiliki nilai minimal sama dengan nol. Kamu bisa cek sifat di bawah ini untuk lebih memahaminya.

Ax ± B > 0 → 5x + 1 > 0 (nilai A = 5)

Ax ± B < 0 → 3x + 1 < 0 (nilai A = 3)

Ax ± B ≥ 0 → 2x + 1 ≥ 0 (nilai A = 2)

Ax ± B ≤ 0 → 3x + 1 ≤ 0 (nilai A = 3)

Dengan nilai A Ñ” R sehingga A ≥ 0.

  1. Sifat Transitif

Burhan akan jelasin tentang sifat transitif. Jika sebuah bentuk memiliki hubungan satu sama lain, maka setiap bentuknya bakalan memiliki hubungan yang sama. Sederhananya, biasanya hubungan ini dijelaskan jika a berhubungan dengan b dan b berhubungan dengan c. Maka a dan c memiliki juga hubungan.

Jika A < B dan B < C, maka A < C

Jika A > B dan B > C, maka A > C

  1. Sifat Penjumlahan

Sifat penjumlahan menjelaskan tentang penambahan pada salah satu ruas bentuk umum, maka sisi ruas lain juga harus ditambahkan dengan bilangan yang sama agar tidak mengubah penyelesaiannya yang bentuk tersebut.

A ± B > C ± B;

A ± B < C ± B

A ± B ≥ C ± B

A ± B ≤ C ± B

  1. Sifat Perkalian

Sifat perkalian memiliki konsep yang sama dengan sifat penjumlahan. Jika salah satu ruas dikalikan dengan bilangan tertentu, maka ruas yang lain harus dikalikan dengan bilangan yang sama.

A x B > C x B;

A x B < C x B

A x B ≥ C x B

A x B ≤ C x B

  1. Sifat Kebalikan

Sifat kebalikan juga memiliki konsep yang sama dengan sifat konsep perkalian. Perbedaannya terletak pada pembagian bilangan yang dilakukan.

Sifat Kebalikan Pertidaksamaan

Interval Bilangan

Pernah mendengar tentang interval bilangan kan?

Kalau belum tahu, Burhan bakalan jelasin tentang Interval bilangan. Biasanya sebuah bentuk umum punya banyak himpunan penyelesaiannya. Kita tidak mungkin untuk menuliskan semua bilangan penyelesaiannya kan? Biasanya digunakan interval bilangan. Interval bilangan terdiri dari 3 jenis yaitu interval tertutup, interval terbuka, dan interval semi terbuka.

Interval Bilangan Pertidaksamaan

Definit

Pasti kamu jarang mendengar kata definit? Pada kesempatan kali ini, Burhan akan jelasin tentang apa itu definit. Definit biasanya menyebabkan pertidaksamaan memiliki penyelesaian yang mengandung nilai positif atau negatif. Definit dibedakan menjadi dua yaitu definit positif dan definit negatif.

Ax2+Bx+C=0 (bentuk umum)

Jika nilai A > 0 dan nilai D < 0 pada bentuk Ax2+Bx+C=0, maka kondisinya disebut definit positif. Sehingga semua penyelesaiannya akan bernilai positif.

Jika nilai A < 0 dan nilai D < 0 pada bentuk Ax2+Bx+C=0, maka kondisinya disebut definit negatif. Sehingga semua penyelesaiannya akan bernilai positif.

Sifat Definit

Terdapat dua sifat definit yaitu sifat definit positif dan definit negatif.

Definit Positif

Definit Positif

Definit Negatif

Definit Negatif

Jenis Pertidaksamaan

Terdapat 3 jenis yang paling umum digunakan terutama untuk materi dasar yaitu linear, kuadrat, dan mutlak.

  1. Linear

Ax ± B > 0

Ax ± B < 0

Ax ± B ≥ 0

Ax ± B ≤ 0

  1. Kuadrat

Ax2+Bx+C > 0

Ax2+Bx+C < 0

Ax2+Bx+C ≥ 0

Ax2+Bx+C ≤ 0

  1. Mutlak

|F(x)| < a dan a > 0, maka -a < F(x) < a

|F(x)| > a dan a > 0, maka F(x) < -a atau F(x) > a

a < |F(x)| < b maka a < F(x) < b atau -b < F(x) < -a

|F(x)| > |G(x)| maka (F(x)+G(x))(F(x)-G(x)) > 0

Kalian sudah paham tentang materi ini kan?

Materi ini sebenarnya sederhana sih. Banyak berlatih soal-soal pasti akan membuat kalian semakin paham tentang materi ini. Dengan memahami sifat dasar dari bentuk tersebut, Burhan yakin kamu pasti bisa mengerjakan soal tersebut dengan lebih mudah.

Contoh Soal

Sebuah partikel berjalan dalam rentang waktu yang dinyatakan sebagai himpunan penyelesaian dari Soal Pertidaksamaan. Interval waktu partikel tersebut berjalan adalah….

Pilihan Ganda

Pembahasan C

Pembahasan Soal

Syarat 1 (ingat didalam akar tidak boleh bernilai negative)

Maka: Maka Pembahasan

Syarat 2 Jika t ≥ 0

Pembahasan Syarat 2

Analisis Perpilihan

Pilihan A

Salah karena t ≥ 2 merupakan himpunan penyelesaian hanya dari syarat 2 saja.

Pilihan B

Salah karena t ≥ 6 merupakan himpunan penyelesaian hanya dari syarat 1 saja.

Pilihan C

Benar karena partikel berjalan dalam interval waktu 2 ≤ t ≤ 6

Pilihan D

Salah karena t ≤ -3 bukan himpunan penyelesaian dari syarat 1 maupun 2.

Pilihan E

Salah karena t ≥ 0 belum dapat ditarik kesimpulan.

Jadi, jawaban yang tepat adalah (C)

sistem persamaan linear

 

sistem persamaan linear | pengertian jenis serta metode penyelesaian

Materi Sistem Persamaan Linear

Evaluasi dan pengulangan materi terutama untuk materi dasar sangatlah penting. Salah satu materi dasar tersebut yaitu sistem persamaan linear. Anda harus memperhatikan materi ini baik-baik sebelum berlanjut ke materi persamaan yang lebih sulit

Sekilas tentang materi sistem persamaan memang seperti terdiri dari dua atau lebih persamaan yang saling terkait karena adanya sistem

Persamaan linear sendiri sering disebut sebagai persamaan garis. Umumnya dalam persamaan linear mengandung satu variabel. Kemudian persamaan ini dapat diselesaikan langsung menggunakan konsep aljabar

Selain itu, terdapat juga persamaan yang memuat dua atau lebih variabel Ataupun lebih

Untuk dapat menyelesaikan persamaan tersebut diperlukan minimal persamaan sebanyak variabel dalam setiap persamaan

Contoh

  • untuk menyelesaikan persamaan linear satu variabel diperlukan minimal satu pernyataan
  • untuk menyelesaikan persamaan linear dua variabel diperlukan minimal dua pernyataan
  • untuk menyelesaikan persamaan linear tiga vari diperlukan minimal tiga pernyataan dan seterusnya

Inilah yang disebut dengan sistem persamaan linear, yaitu dua atau lebih persamaan linear yang mempunyai cara penyelesaian persamaan yang sama

Tanda persamaan berarti tanda sama dengan (=). Kebalikan dari persamaan disebut pertidaksamaan. Baca sistem pertidaksamaan linear

Bentuk umum dari persamaan linear

Suatu persamaan dianggap linear apabila memenuhi hubungan matematis membentuk gambar garis lurus dalam sistem koordinat Kartesius

Persamaan linear satu variabel berarti dalam sistem persamaan tersebut hanya terdapat satu variabel saja. Umumnya bentuk persamaan linear yaitu y=mx+b

Berdasarkan persamaan tersebut, m merupakan koefisien dengan nilai tidak sama dengan nol yang menggambarkan gradien garis lurus dan b merupakan konstanta yang menjadi titik potong garis dengan sumbu y dalam sistem koordinat

Bentuk umum dari persamaan linear mempunyai dua sifat yang harus dipahami

Sifat-sifat tersebut juga menjadi acuan dalam menyelesaikan persamaan linear. Apa saja 2 sifat tersebut?

  1. Sifat pertama, yaitu persamaan tidak berubah nilai apabila ditambah atau dikurangi dengan angka yang sama
  2. Sifat kedua, yaitu persamaan tidak berubah nilai apabila kedua ruas dikalikan atau dibagi dengan angka yang sama

Baca juga artikel berikut

Penyelesaian persamaan linear

Penyelesaian persamaan linear dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu metode grafik, substitusi, eliminasi, campuran substitusi-eliminasi dan pembuatan matriks

Cara-cara tersebut sering digunakan untuk menyelesaikan persamaan linear 2 variabel atau lebih. Sedangkan untuk persamaan linear satu variabel atau SPLSV dapat diselesaikan dengan mudah dengan cara menyamakan ruas kiri dan kanan. Baca SPLSV

Metode grafik

Penyelesaian dengan metode grafik dilakukan dengan menggambar grafik kedua persamaan dalam satu sistem koordinat sehingga penyelesaiannya didapatkan dari titik potong kedua grafik

Metode substitusi

Penyelesaian metode substitusi dengan menukar salah satu variabel pada satu persamaan dengan variabel yang dicari dari persamaan lainnya

Metode eliminasi

Penyelesaian metode eliminasi dilakukan dengan menghilangkan salah satu variabel menggunakan operasi penjumlahan atau pengurangan terlebih dahulu

Metode campuran

Penyelesaian metode campuran substitusi-eliminasi dilakukan dengan menemukan salah satu variabel menggunakan salah satu metode, misalnya eliminasi

Nah setelah itu dilakukan metode berikutnya yaitu substitusi ke salah satu persamaan sehingga diperoleh nilai variabelnya. Terakhir, penyelesaian pembuatan matriks dilakukan dengan aturan cramer menggunakan determinan matriks

Contoh soal, temukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan berikut 3x+y=2 dan x-y=6

sistem persamaan linear penyelesaian persamaan linear

Anda bisa menggunakan metode eliminasi untuk menyelesaikan sistem persamaan dengan mengikuti langkah berikut ini.

Soal:

3x+y=2 … (Persamaan 1)

x-y=6 … (Persamaan 2)

Jawaban menggunakan metode eliminasi:

3x+y=2

x-y=6

4x+0=8

x=2

Untuk mengeliminasi variabel x maka dicari KPK dari kedua koefisien x pada kedua persamaan, yaitu KPK dari 3 dan 1 adalah 3. Sehingga koefisien dari kedua persamaan harus menjadi 3, maka

3x+y=2

3x-3y=18

4y=-16

y=-4

Jadi, nilai x dan y pada sistem persamaan tersebut, yaitu x=2 dan y=-4

Rasio dan Perbandingan Matematika – Pengertian, Rumus, & Contoh Soal

 

Rasio dan Perbandingan Matematika – Pengertian, Rumus, & Contoh Soal

Rasio dan Perbandingan Matematika - Pengertian, Rumus, & Contoh Soal 65

“Please, deh. Nggak usah banding-bandingin gue sama dia!”

Kenapa, ya? Kok orang senang banget membanding-bandingkan orang lain. Huh, nggak tau apa rasanya dibanding-bandingkan? Apalagi kalau dibandingkannya sama saudara atau teman sendiri.

“Liat tuh, dia aja bisa dapet peringkat tiga besar. Masa kamu nggak bisa?”

“Saudara kamu sudah jadi bos, kok kamu gini-gini aja?”

Rasanya gue pengin banget bilang, “Stooop! Berhenti membandingkan orang kalau elo nggak tau rasanya di posisi tersebut.”

Rasanya, pas lagi dibanding-bandingin tuh mau kabur aja.

Eits, tapi kalau masalah perbandingan yang mau gue bagikan di artikel ini, elo nggak boleh kabur. Hah? Perbandingan apa?

Ini lho, masalah perbandingan matematika. Sayang banget kalau elo kabur dan nggak paham bagaimana cara mengerjakan soal matematika perbandingan. Karena materi perbandingan matematika ini termasuk dalam materi TPS Pengetahuan Kuantitatif di UTBK. 

Nggak cuma itu, dalam kehidupan sehari-hari pun kita akan sering berjumpa dengan permasalahan matematika.

Nah, biar nggak keburu kabur. Yuk, langsung aja simak pembahasan gue kali ini ya!

Apa Itu Rasio dalam Matematika?

Eh? Perasaan tadi kita bahas perbandingan, deh. Kok tiba-tiba jadi rasio dalam matematika?

Nah, tenang aja. Elo nggak perlu terkecoh. Karena pada dasarnya konsep dari perbandingan dan rasio itu sama, yaitu untuk membandingkan dua nilai atau lebih. Nilai dalam hal ini adalah nilai dari suatu besaran yang sejenis.

Coba perhatikan gambar di bawah ini.

Contoh rasio matematika sering kali ditemukan pada kehidupan sehari-hari.
Contoh Rasio Matematika (Arsip Zenius)

Dari contoh sederhana di atas, rasio atau perbandingan dapat didefinisikan sebagai sebuah cara yang dapat menunjukkan perbandingan sederhana dua nilai atau lebih dari besaran yang memiliki satuan yang sama atau sejenis.

Contoh di atas juga menunjukkan bahwa terdapat dua simbol perbandingan matematika yang digunakan. Elo bisa pakai tanda titik dua untuk penulisan horizontal atau pakai tanda pembagi untuk penulisan vertikal.

Nah, kurang lebih itulah pengertian rasio dalam matematika. Elo perlu ingat, yang diperbandingkan itu harus punya satuan yang sama.

Misalnya, kalau dari contoh di atas, berarti satuan dari siswa laki-laki dan perempuan adalah orang. Jadi dapat dikatakan empat orang berbanding empat orang. Contoh satuan lainnya juga dapat digunakan, seperti buah, ekor, biji, dan lain-lain.

Oke, sekarang kan sudah paham konsep dari perbandingan matematika. Kalau elo mau baca lebih lanjut tentang konsep besaran dan satuan, bisa baca di sini, ya.

Baca Juga: Materi Statistika Deskriptif – Rumus & Contohnya

Cara Menghitung Rasio Matematika

Kayaknya kalau sekadar paham konsepnya, belum cukup untuk bisa menyelesaikan perbandingan matematika. Maka dari itu, gue akan memberitahu bagaimana cara menghitung perbandingan atau rasio matematika.

Sebenarnya, cara menghitung perbandingan itu simple, guys. Jadi yang perlu elo lakukan antara lain:

  1. Elo perlu buat model permasalahan dari masalah perbandingan yang elo temukan.
  2. Dari model permasalahan yang sudah elo buat, tentukan jenis perbandingannya, biar rumus yang akan elo pakai sesuai dengan model permasalahannya.
  3. Nah, terakhir elo susun informasi yang didapatkan dari model permasalahan yang sudah elo buat, lalu masukan ke rumus perbandingan tersebut.

Ah, kayaknya kalau diomongin aja gampang, ya. Kalau gitu, yuk, kita coba aplikasikan rumus perbandingan matematika ke dalam contohnya.

Baca Juga: Materi Operasi Bentuk Aljabar

Rumus Rasio Matematika

Pada bagian sebelumnya, gue sempat mention kalau elo perlu menentukan jenis perbandingannya. Nah, jadi jenis rasio  atau perbandingan matematika itu sendiri umumnya ada dua, yaitu perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai.

Rumus Perbandingan Senilai

Jadi maksudnya perbandingan senilai itu bagaimana, sih? Coba kita lihat contoh di bawah ini.

Contoh sederhana dari konsep perbandingan senilai.
Ilustrasi Perbandingan Senilai (Arsip Zenius)

Nah, jika dilihat dari ilustrasi di atas, harga untuk 1 sisir pisang adalah Rp20.000. Ketika pembeli ingin membeli 3 sisir pisang, total harganya menjadi Rp60.000.

Dapat disimpulkan dari contoh di atas, konsep perbandingan senilai terjadi jika nilai pada suatu besaran naik, maka nilai besaran lainnya ikut naik. Begitu pun sebaliknya, jika nilai besaran turun, maka besaran lainnya juga turun.

Bagaimana rumusnya? Nah, elo bisa liat contoh dan rumus perbandingan senilai di bawah ini.

Rumus perbandingan senilai beserta contoh dari pengaplikasian rumusnya.
Rumus Perbandingan Senilai (Arsip Zenius)

Dari contoh di atas, elo bisa membuat model permasalahannya dulu, dengan mengidentifikasi nilai besaran yang ada, yaitu jumlah pisang dan harganya. Setelah diidentifikasi, baru elo masukkan nilai besaran tersebut ke dalam rumus yang sudah gue berikan.

Gimana? Beneran simpel kan? Elo hanya perlu melatih rumus ini dengan berbagai macam model permasalahan. Oke, selanjutnya kita lihat perbandingan berbalik nilai.

Rumus Perbandingan Berbalik Nilai

Nah, kalau sekarang berbalik nilai. Nah lho, gimana tuh berbalik nilai?

Misalnya, elo mau pergi jalan-jalan sama keluarga elo ke Bandung. Biasanya kalau jalanan lagi lancar, elo naik mobil dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam bisa sampai Bandung dalam waktu 4 jam.

Namun, kebetulan kondisi jalanan sedang padat. Saat itu, elo hanya bisa bergerak dengan kecepatan rata-rata 30-40 km/jam. Ternyata waktu yang ditempuh untuk sampai Bandung adalah 8 jam.

Kalau kita lihat dari contoh tersebut, terjadi suatu kondisi yang berbalik. Jadi, semakin tinggi kecepatan rata-rata kendaraan, waktu yang ditempuh akan semakin cepat (sedikit). Begitu sebaliknya, semakin rendah kecepatan rata-rata kendaraan, waktu yang ditempuh akan semakin lama (banyak).

Lalu, bagaimana tuh rumusnya? Cus, kita langsung liat contoh dan rumus perbandingan berbalik nilai di bawah ini.

Rumus perbandingan berbalik nilai beserta contoh dari pengaplikasian rumusnya.
Rumus Perbandingan Berbalik Nilai (Arsip Zenius)

Aljabar

 

Aljabar

Posted on 

Pengertian Aljabar

Aljabar
Aljabar

Aljabar adalah ilmu matematika berisikan teori bilangan, analisis penyelesaian, dan geometris. Ilmu ini dibuat oleh Muḥammad ibni Musa al – Khwarizmi dalam bukunya yang berisikan konsep dan bentuk aljabr, ibn Musa al – Khwarizmi merupakan seorang matematikawan, geograf, dan astronomer. Dia dikenal sebagai ”The Father of Algebra”. Dalam bahasa inggris, aljabr dikenal dengan sebutan “algebra”

Jenis-Jenis Aljabar

Aljabar Linear

Aljabar ini merupakan sifat khusus yang terjadi pada ruang vektor. Aljaabar ini juga mempelajari tentang matriks.

Aljabar Universal

Mempelajari tentang keseluruhan sifat dan struktur aljbar.

Aljabar Dasar

Disebut sebagai aljaabar elementer yaitu jenis aljabar yang mempelajari tentang sifat yang terjadi pada operasi bilangan riil direkam dalam bentuk simbol untuk menyatakan konstanta serta variabel.

Aljabar Abstrak

Aljabar abstrak mempelajari struktur aljbar dalam bentuk Ring, Grup, dan Medan (fields) yang mengajarkan serta didefinisikan dengan cara aksiomatis.

Bentuk-Bentuk Aljabar

1. Suku Sejenis Dan Tidak Sejenis

Bilangan dikatan sejenis apabila bilangan peubah dan pangkat dari bilangan peubah sama. Bila keduanya berbeda, Maka disebut dengan suku tidak sejenis.

Contoh :

  • 6xy + 8xy maka disebut suku sejenis, apabila10qy+ 8a disebut suku tidak sejenis.

2. Koefisien

Apabila terdapat koefisien yang jumlahnya sama dengan 1, maka kamu tidak perlu menulis nyalagi. Misalnya 1c – 1d – 1e cukup dituliskan c – d – e.

Contoh :

  • 4×5 + 6y – 3 maka 4 adalah koefisien dari x5, sedangkan 6 merupakan koefisien dari y.

3. Faktor

Contoh : 

  • l x t x u atau l.t.u . Sehingga, faktornya adalah l, t, dan u. 

4. Konstanta

Contoh :

  • 3a4 + 9b – 5 maka suku 5 merupakan konstanta

5. Suku

Contoh :

  • 10c + 4d terdiri dari dua suku yaitu 10c dan 4d.
  • 5×2 – 8y – a ada tiga suku yakni 5×2, 8y, dan a.

6. Sifat Asosiatif

Contoh :

  • (c + d) + e = c + (d + e) dengan c, d, dan e disebut (bilangan riil)

7. Sifat Distributif

Contoh :

d(e + f) = de + df dengan d, e, f, disebut (bilangan riil)

8. Sifat Komunitatif

Contoh :

a+b=ab dengan a,b, disebut (bilangan riil)

Cara Menghitung Aljabar

1. Menghitung Perkalian Konstanta Dengan Suku Dua Sebagai Atau Selisih

Distributif perkalian terhadap penjumlahan dan pengurangan

  • Penjumlahan: d x (a + e) = da + de
  • Pengurangan: d x (a – e) = da – de

Contoh:

8(4x + 6y)= 32x + 48y

-5(3x – 5)= -15x + 25

-4(5x + 2y)= -20x – 8y

2. Penjumlahan Dan Pengurangan Aljabar

Contoh :

Sederhanakan bentuk dari 6a – 4b + 3a +2b – 3c

6a – 4b + 3a + 2b – 3c = 6a + 3a – 4b + 2b – 3c

  • = (6 + 3)a + (-4 + 2)b – 3c
  • = 9a + 2b – 3c

Contoh :

Kurangkan 4a – 6 dari 14a + 8

(14a + 8) – (4a – 6) = 14a + 8 – 4a + 6

  • = 14a – 4a + 8 + 6
  • = 10a + 14

3. Menghitung Perkalian Aljabar

Contoh satu :

2 ( 3x + 4 ) + 6x ( x +2 )

  • 6x + 8 + 6x2 + 12x
  • 6x2  + 6x + 12 x + 8
  • 6x+ 18x + 8

contoh kedua:

-4 ( x + 6 ) – 2 ( 4x – 6 )

  • -4x – 24 – 8x + 12
  • = -12x – 12

4. Menghitung Pembagian Aljabar

contoh :

( 8p+ 10p – 12 p ) : ( -2p )

  • =  ( 8p+ 10p – 12 p ) /  ( -2p )
  • = 8p3 + 10p2 – 12 p / 2 p
  • =  -4p – 5p + 6

5. Perpangkatan

contoh soal :

1. (3p)2

2. –(4x2ab3)3

3. (–4c2d)2

Penyelesaian:

1. (3p)2 = (3p) × (3p) = 9p2

2. –(4x2yz3)3 = –64xa3b9

3. (–4c2d)2 = 16c4d2

6. Substitusi Pada Bentuk Aljabar

Nilai bentuk aljbar dapat diperoleh dari cara mencari sembarang bilangan variabel bentuk.

7. KPK dan FPB Bentuk Aljabar

Untuk mencari bilangan KPK dan FPB pada aljabar dilakukan dengan mencari bentuk-bentuk menjadi perkalian faktor-faktor primanya.

Contoh :

12pq dan 8pq2

Jawab :

  • = 12pq = 22 x 3 x p x q
  • =8pq2 = 23 x p x q2

KPK= 23 x 3 x p x q2

=24pq2

FPB = 22 x p x q

=4pq

8. Penjabaran Bentuk Aljabar

Contoh :

a. (3x + 5)2

b. (2x – 3y)2

Jawab :

a. (3x + 5)2 = 1(3x)2(5)0 + 2(3x)1(5)1 + 1(3x)0(5)2

= 1(9×2)(1) + 2(3x)(5) + 1(1)(25)

= 9×2 + 30x + 25

b. (2x – 3y)2 = 1(2x)2(-3y)0 + 2(2x)1(–3y)1 + 1(2x)0(–3y)2

= 1(4×2)(1) + 2(2x)(–3y) + 1(1)(9y2)

= 4×2 – 12xy + 9y2

Nah itulah yang bisa quipper.co.id sampaikan mengenai aljabar, semoga ulasan ini dapat bermanfaat untuk sahabat semua.